CEGAH ALZHEIMER SEJAK DINI, KURANGI RESIKO DI MASA TUA

Orang lanjut usia seringkali mengeluh gampang lupa. Dalam dunia medis, penyakit “lupa” dikenal dengan Alzheimer. Tahun 2006 terdapat sekitar 26,6 juta penderita Alzheimer di seluruh dunia. Jumlahnya dilaporkan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan angka harapan hidup yang semakin tinggi. Tidak hanya diderita orang berusia lanjut, kini tanda-tanda Alzheimer pun sudah ditunjukkan oleh usia yang lebih muda (40 – 50 tahun).

 


Apa itu penyakit Alzheimer ?


Penyakit Alzheimer berkaitan dengan penurunan fungsi otak yang dipicu oleh kematian sel-sel otak. Kematian sel-sel otak salah satunya disebabkan karena adanya plak protein abnormal pada otak penderita alzheimer. Adanya plak ini, juga menyebabkan otak penderita Alzheimer terlihat lebih kecil bila dibandingkan otak normal. 

Tidak hanya penurunan ingatan, pada keadaan yang lebih lanjut aktivitas harian seorang penderita Alzheimer dapat terganggu dengan adanya gangguan berbicara, perasaan cemas dan gelisah, sering bingung dengan waktu dan tempat (disorientasi), dan sikap yang lebih ceroboh atau lalai.


Faktor resiko Alzheimer


Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko Alzheimer, yaitu :


1. usia lanjut atau > 65 tahun, meskipun tidak setiap proses penuaan selalu diiiringi Alzheimer. Sebagian lansia masih ditemukan memiliki ingatan yang baik.


2. riwayat keluarga dan genetika. Munculnya Alzheimer di antara keluarga belum dapat dijelaskan dengan pasti. Namun, apolipoprotein dilaporkan sebagai gen yang berperan kuat meningkatkan resiko Alzheimer.


3. jenis kelamin. Perempuan lebih banyak menderita Alzheimer karena sebagian besar perempuan harapan hidupnya lebih panjang daripada laki-laki.


4. gangguan kognitif ringan. Gejala gangguan kognitif yang lebih buruk daripada yang seharusnya terjadi pada usia seseorang dapat menyebabkan Alzheimer muncul pada usia yang lebih muda (40 - 50 tahun).


5. gaya hidup dan kesehatan jantung (kurang olahraga, merokok, hipertensi, diabetes, hiperkolesterol),


6. kurangnya interaksi sosial dan latihan otak (misalnya : pekerjaan kurang memberikan stimulus atau aktivitas mental kurang menantang).


Bagaimana Cara Mengurangi Resiko Alzheimer ?


Pertama, lakukan olahraga dan latihan fisik


Cara efisien untuk mengurangi resiko Alzheimer adalah dengan berolahraga secara teratur. Secara keseluruhan olahraga akan meningkatkan kesehatan tubuh sekaligus menjaga agar otak tetap berfungsi dengan baik. Olahraga memiliki banyak keuntungan, seperti meningkatkan kekuatan jantung dalam memompa darah, meningkatkan aliran darah ke otak, mengurangi berat badan, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menurunkan kadar kolesterol.


Kedua, terapkan diet sehat


Cara lain untuk mencegah Alzheimer adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat. Beberapa makanan yang dianjurkan adalah sayuran dan buah-buahan berwarna gelap seperti terong, paprika merah, bayam, brokoli, anggur, dan ceri.  Makanan tersebut mengandung banyak antioksidan yang melindungi otak dari serangan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan saraf otak. Selain itu, konsumsi ikan juga dianjurkan karena mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi sel-sel otak.


Ketiga, tingkatkan latihan kognitif


Latihan kognitif berguna untuk meningkatkan dan menjaga kemampuan memori otak. Latihan kognitif mencakup semua aktivitas untuk melatih penalaran dan kemampuan mental. Contoh latihan kognitif yang bisa dilakukan adalah : membaca, menulis, menghafal (seperti belajar bahasa asing), permainanan strategis (catur, puzzle), dan belajar musik.



Meskipun Alzheimer merupakan penyakit yang umum menyerang orang lanjut usia, langkah pencegahan sebaiknya dimulai sejak jauh-jauh hari. Apalagi belum ada pengobatan pasti untuk penyakit ini. Tetaplah aktif secara fisik dan intelektual, disertai dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat agar Anda dapat mengurangi resiko terkena Alzheimer di masa tua Anda. 


Salam sehat.



Sumber : klikdokter.com