ANAK DILARANG MAKAN COKLAT? WAH, PADAHAL BERMANFAAT LHO!

Orangtua cenderung melarang anaknya untuk makan cokelat maupun permen karena khawatir bila gigi anaknya keropos. Padahal, bagi anak-anak, dilarang makan coklat mungkin akan membuat mereka sedih. Coklat adalah salah satu jenis makanan yang menjadi favorit anak-anak. Rasanya yang manis dan enak membuat anak-anak tidak bisa terlepas dari makanan yang satu ini. Hal inilah yang membuat para orangtua merasa khawatir karena takut kesehatan gigi anaknya akan terganggu. Hmm, apakah benar coklat hanya akan merusak gigi anak-anak saja?

Para peneliti di Universitas of Roma and L’Aquila di Italia menyebutkan bahwa makan cokelat pada anak ternyata tidak melulu merusak gigi. Penelitian yang mereka lakukan mengungkap bahwa makan coklat pada anak dapat mendongkrak kecerdasan mereka. Hal ini mungkin saja terjadi karena di dalam coklat ada senyawa yang disebut flavanoid. Senyawa tersebut ternyata dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Menurut penelitian tersebut, ada beberapa dampak positif yang muncul bila anak-anak suka makan coklat.

1. Tidak masalah menyendiri

Ternyata suka menyendiri tidak melulu buruk. Biasanya orang tua merasa khawatir bila anaknya asyik dengan dunianya sendiri. Nah, ternyata tidak perlu berpikir demikian. Menurut British Journal of Psychology, anak-anak yang nyaman sendiri adalah orang yang lebih cerdas.

2. Menunda Pekerjaan

Sebagian anak juga sering menunda pekerjaan hingga membuat orangtuanya kesal. Namun, jika anak Anda sering menunda pekerjaan, jangan dimarahi dulu. Menurut jurnal yang sama, anak yang menunda pekerjaan adalah indikasi kecerdasan karena ia cenderung mengerjakan pekerjaan yang dianggap lebih penting.

3. Mudah Penasaran

Anak yang cerdas, cenderung suka bertanya dan penasaran dengan berbagai hal yang ada di sekitarnya. Anak yang cerdas cenderung lebih penasaran dan terbuka dengan gagasan yang baru. Jadi, orangtua jangan sampai kesal bila si kecil banyak bertanya.

4. Bisa Mengontrol Diri

Orang yang jenius bisa lebih mengontrol diri. Sebuah penelitian pada tahun 2009 membuktikan bahwa mereka yang tidak bisa mengontrol diri dan tidak sabaran ternyata tidak secerdas mereka yang dapat mengontrol diri. Dengan demikian, keputusan impulsif pun tidak akan dibuat oleh mereka yang cerdas.


Sumber: Tribunnews.com