Paparan asap juga dapat menyebabkan berbagai keluhan kesehatan, salah satunya iritasi pada mata. Mata yang terpapar asap dapat terasa perih, merah, berair, kering, atau seperti kemasukan benda asing. Lalu apa pertolongan pertama untuk mengatasi mata yang terkena asap karhutla?
Bukan rahasia lagi kalau kini sedang marak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik yang disengaja atau tidak. Kepulan asap tebal yang terbawa oleh angin tidak hanya mencemari udara yang kita hirup, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi kesehatan indra penglihatan.
Paparan gas sisa pembakaran, debu halus, dan partikel polutan dalam asap karhutla sangat mudah membuat mata mengalami iritasi. Nah, kalau sudah terlanjur terjadi, apa pertolongan pertama untuk mengatasi mata yang terkena asap karhutla?
Langkah pertama adalah mengurangi paparan. Jika kondisi udara di luar sedang dipenuhi asap, sebaiknya masuk ke dalam ruangan dan batasi aktivitas di luar rumah.
Tutup pintu dan jendela untuk membantu mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan. Pantau juga informasi kualitas udara dan ikuti arahan dari pemerintah atau petugas setempat.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit paru atau jantung perlu lebih berhati-hati karena termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap.
Ketika mata terasa gatal atau perih, mungkin muncul keinginan untuk langsung menguceknya. Namun, sebaiknya hindari kebiasaan tersebut.
Menggosok mata terlalu kuat dapat memperparah iritasi dan berisiko menyebabkan goresan pada permukaan kornea, terutama jika terdapat partikel debu atau abu yang ikut masuk ke mata.
Jika menggunakan lensa kontak, sebaiknya lepaskan ketika mata sedang mengalami iritasi dan jangan menggunakannya kembali sampai kondisi mata membaik atau mendapat arahan dari tenaga kesehatan.
Setelah itu, apa pertolongan pertama untuk mengatasi mata yang terkena asap karhutla yang selanjutnya? Selanjutnya, Sobat Sehat bisa membilas mata dengan air bersih atau air mengalir. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan partikel kecil yang terbawa oleh asap karhutla.
Untuk benda asing berukuran kecil, Kemenkes juga menyebut membilas dengan air bersih atau cairan saline dapat membantu mengeluarkannya. Saat membilas, hindari menggosok mata. Biarkan air membantu membersihkan partikel yang mungkin menempel pada permukaan mata.
Setelah itu, berikan waktu bagi mata untuk beristirahat dan hindari kembali ke area yang penuh asap jika tidak diperlukan.
Jika mata terasa tidak nyaman setelah terpapar asap, kompres dingin pada area sekitar mata dapat membantu memberikan rasa nyaman. Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin dan tempelkan secara lembut. Hindari memberikan tekanan kuat pada bola mata.
Namun, kompres hanya membantu meredakan rasa tidak nyaman dan bukan pengganti pemeriksaan medis jika keluhan cukup berat atau tidak kunjung membaik.
Nah, untuk meredakan rasa perih dan kemerahan, gunakan obat tetes mata yang mengandung air mata buatan (artificial tears) atau cairan steril yang dirancang khusus untuk mengatasi iritasi ringan akibat debu dan polusi.
Itu dia langkah-langkah dalam apa pertolongan pertama untuk mengatasi mata yang terkena asap karhutla. Untuk membantu mengatasi keluhan ringan akibat paparan asap, Sobat Sehat mungkin membutuhkan produk kesehatan tertentu.
Namun, jangan asal memilih produk, karena kondisi mata setiap orang dapat berbeda. Sobat Sehat dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan apoteker K-24 untuk mendapatkan informasi mengenai produk yang sesuai dengan kebutuhan.
Konsultasi dapat dilakukan melalui beberapa cara:
Jadi, ketika mata mulai terasa perih akibat asap karhutla, jangan panik dan jangan langsung menguceknya. Jauhkan diri dari paparan asap, bilas mata dengan air bersih, dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika keluhan menetap atau semakin berat.
Tetap waspada terhadap kondisi kualitas udara dan lindungi kesehatan mata serta pernapasan Sobat Sehat.
Ingat Sehat, Ingat Apotek K-24!