Pernah nggak sih Sobat Sehat bertanya-tanya “Kenapa kebanyakan obat rasanya pahit waktu diminum?” Padahal, banyak orang yang tidak tahan dengan rasa pahit pada obat sehingga malas untuk minum obat.
Di tengah kecanggihan teknologi medis saat ini, mengapa para ilmuwan tidak menciptakan semua obat dengan rasa cokelat, vanila, atau stroberi yang lezat? Kalau ada rasa yang manis atau asin kan minum obat sudah bukan menjadi tantangan tersendiri.
Ternyata, rasa pahit pada obat bukanlah sebuah kebetulan atau karena para apoteker ingin menyiksa kita. Ada alasan ilmiah, biologis, hingga faktor keamanan di baliknya. Mari kita bedah satu per satu!
Secara alami, lidah manusia memiliki ribuan reseptor perasa. Rasa pahit dideteksi oleh reseptor tipe TAS2R. Secara evolusi, kemampuan mendeteksi rasa pahit adalah mekanisme pertahanan diri nenek moyang kita.
Di alam liar, sebagian besar tanaman yang beracun atau mengandung zat berbahaya memiliki rasa yang sangat pahit.
Jadi, saat lidah kita merasakan pahit, otak secara otomatis memberikan sinyal: "Hati-hati, ini mungkin racun!" Karena obat mengandung zat kimia aktif yang kuat, lidah kita meresponnya dengan cara yang sama.
Kenapa kebanyakan obat rasanya pahit? Ini karena sebagian besar bahan baku obat berasal dari senyawa yang disebut Alkaloid. Secara kimiawi, alkaloid cenderung bersifat basa dengan tingkat pH > 7.
Dalam ilmu kimia, zat yang bersifat basa secara alami memang memiliki rasa pahit di lidah. Contoh sederhananya adalah kafein pada kopi atau kina pada obat malaria.
Karena senyawa aktif inilah yang bekerja membunuh bakteri atau memperbaiki fungsi organ, rasa pahit menjadi "identitas asli" kimiawi yang sulit dihilangkan begitu saja tanpa mengubah struktur molekul obatnya.
Demi keamanan Sobat Sehat sendiri juga menjadi alasan dari kenapa obat rasanya pahit. Bayangkan saja kalau obat pereda nyeri atau antibiotik memiliki rasa yang persis seperti permen kenyal atau sirup cokelat yang sangat enak.
Anak-anak mungkin akan mencarinya secara sembunyi-sembunyi dan mengonsumsinya secara berlebihan.
Rasa pahit berfungsi sebagai pelindung. Rasa yang tidak enak mencegah orang (terutama anak-anak) mengonsumsi obat secara sembarangan dalam jumlah banyak, yang tentu saja bisa berakibat fatal atau overdosis.
Kalau sudah tahu alasan di balik kenapa obat rasanya pahit, apakah industri farmasi tidak ingin berinovasi? Dunia farmasi tidak tinggal diam. Ada beberapa teknologi yang digunakan untuk "menyembunyikan" rasa pahit tersebut agar pasien lebih patuh minum obat:
Meski dengan cara-cara di atas, obat tidak akan terasa nikmat seperti permen-permen yang dijual di toko, ya.
Minum obat yang terasa pahit memang jadi tantangan, apalagi untuk anak-anak. Sayangnya, tidak semua boleh dihancurkan, dicampur dengan makanan tertentu, atau diminum dengan minuman manis (seperti susu atau teh) karena dapat memengaruhi efektivitas kerja obat tersebut.
Lantas, bagaimana cara minum obat yang tetap nyaman tanpa merusak khasiatnya? Yuk, konsultasi dengan Apoteker K-24 saja, untuk mendapatkan tips yang akurat dan aman, Sobat Sehat bisa langsung memanfaatkan layanan profesional dari Apotek K-24:
Apotek K-24 berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan obat yang lengkap, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan edukasi yang benar tentang cara mengonsumsinya. Karena obat yang diminum dengan cara yang salah, tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Ingat Sehat, Ingat Apotek K-24!