“Kak, sebaiknya kapan sih minum obat asam lambung atau maag pas lagi puasa? Soalnya takut banget nih buat puasa besok.” Bagi penderita maag atau asam lambung (GERD), menjalankan ibadah puasa bisa jadi sebuah tantangan tersendiri, lho.
Perut yang kosong selama belasan jam dapat memicu peningkatan asam lambung, yang jika tidak dikelola dengan benar, bisa menyebabkan nyeri ulu hati, mual, hingga rasa terbakar di dada (heartburn).
Jadi, tak heran kalau pertanyaan tentang asam lambung atau maag ini terus muncul ketika memasuki bulan puasa.
Kunci utama agar lambung tetap aman selama Ramadan adalah ketepatan waktu dalam mengonsumsi obat asam lambung atau maag dan juga pola makan Sobat Sehat.
Jenis obat lambung berbeda-beda cara kerjanya, sehingga waktu minumnya pun tidak sama. Berikut adalah panduan waktu minum obat maag dan asam lambung yang efektif saat berpuasa:
Jenis obat ini kebanyakan berbentuk sirup atau tablet kunyah. Obat antasida sendiri bekerja cepat menetralkan asam lambung yang sudah ada.
Antasida sebaiknya diminum segera saat berbuka puasa atau 30 menit setelah makan sahur. Jika gejala muncul di malam hari sebelum tidur, obat ini juga aman dikonsumsi.
Selain antasida yang sangat terkenal, ada obat penghambat asam PPI untuk meredakan asam lambung atau maag. Obat ini bekerja menghambat produksi asam lambung dalam jangka waktu yang lebih lama. Lalu kapan minum obat asam lambung dan maag saat puasa yang satu ini?
Obat penghambat asam PPI diminum dalam kondisi perut kosong agar penyerapannya maksimal. Jadi, bisa minum 30–60 menit sebelum makan sahur atau 30–60 menit sebelum makan besar berbuka puasa.
Ada jenis obat asam lambung atau maag yang lainnya, yaitu obat jenis H2 blocker. Obat ini berfungsi mengurangi produksi asam lambung. Biasanya obat ini diminum sebelum tidur malam atau saat sahur untuk mencegah kenaikan asam lambung di siang hari saat sedang berpuasa.
Selain memperhatikan jenis obat dan kapan minum obat asam lambung dan maag saat puasa, Sobat Sehat juga harus menjaga pola makan selama puasa, ya. Apa yang harus dijaga dari pola makan?
Setiap orang memiliki kondisi lambung yang berbeda sehingga jenis obat yang dikonsumsi mungkin memerlukan penyesuaian dosis yang spesifik selama bulan Ramadan. Jika Sobat Sehat merasa ragu atau memiliki keluhan yang tidak kunjung membaik, jangan menebak-nebak aturan pakai obat sendiri.
Sobat Sehat bisa langsung berkonsultasi dengan Apoteker Apotek K-24! Bagaimana caranya?
Jangan biarkan masalah lambung menghambat ibadah puasa Sobat Sehat semua. Pastikan pengobatan tepat sasaran agar perut nyaman, ibadah pun tenang. Ingat Sehat, Ingat Apotek K-24!