“Kak, kalau misal waktu puasa tiba-tiba harus suntik obat gitu, nanti batal nggak ya puasanya?” Pertanyaan soal suntik-menyuntik saat sedang menjalankan ibadah puasa sering kali menimbulkan dilema. Lalu sebenarnya suntik obat saat puasa apakah akan batal puasanya?
Bagi sebagian orang, penggunaan obat secara rutin bisa menentukan kesehatan sehari-hari. Inilah yang membuat dilemma ketika akan memasuki bulan puasa. Di satu sisi, kesehatan harus dijaga, tapi di sisi lain, kita tentu ingin puasa kita tetap sah dan terjaga hingga azan Magrib.
Lalu, bagaimana sebenarnya hukum medis dan ketentuan umum mengenai suntikan saat puasa? Mari kita bahas agar Sobat Sehat tidak ragu lagi.
Secara garis besar, para ulama dan ahli kesehatan sepakat bahwa suntik obat tidak membatalkan puasa, asalkan suntikan tersebut bertujuan untuk pengobatan dan bukan untuk memberikan nutrisi.
Berikut adalah alasan dan pembagian kategorinya:
Suntikan yang disemprotkan melalui otot (intramuskular) atau pembuluh darah (intravena) untuk tujuan pengobatan, seperti suntik antibiotik, obat mual, atau pereda nyeri, tidak membatalkan puasa.
Alasannya, obat tersebut tidak masuk melalui lubang tubuh yang terbuka (seperti mulut atau hidung) dan tidak menuju ke lambung untuk mengenyangkan.
Nah, ini yang harus diperhatikan. Jika suntikan tersebut berupa cairan nutrisi atau infus yang berfungsi sebagai pengganti makanan atau minuman sehingga tubuh terasa segar dan kenyang, maka hal ini bisa membatalkan puasa.
Proses pengambilan darah untuk tes laboratorium juga tidak membatalkan puasa, selama tidak membuat tubuh orang yang berpuasa menjadi sangat lemas hingga membahayakan kesehatannya.
Lalu suntik obat saat puasa apakah batal puasanya? Ini tergantung suntikan yang dimaksud bertujuan untuk apa. Jika melalui pembuluh darah, maka suntikan tidak membatalkan puasa. Sebaliknya kalau suntikan yang dimaksud untuk infus atau pemberian nutrisi, maka bisa dianggap batal puasanya.
Mengatur waktu minum obat atau jadwal suntik selama Ramadan memang butuh strategi agar efek pengobatan tetap optimal tanpa mengganggu ibadah. Jika Sobat Sehat ragu, jangan ditebak-tebak sendiri, ya.
Apotek K-24 menyediakan berbagai layanan konsultasi yang mudah diakses:
Untuk konsultasi gratis, Sobat Sehat bisa langsung datang ke gerai Apotek K-24 terdekat. Apoteker kami standby 24 jam nonstop untuk menjawab pertanyaan Sobat Sehat seputar aturan pakai obat, interaksi obat, hingga tips tetap bugar selama puasa.
Konsultasi ini gratis dan sangat membantu untuk mendapatkan jawaban cepat.
Lagi malas keluar rumah karena sedang lemas berpuasa? Gunakan fitur Halo Apoteker. Sobat Sehat bisa bertanya langsung kepada Apoteker kami mengenai obat-obatan secara online. Praktis, akurat, dan bisa dilakukan sambil menunggu waktu berbuka.
Nah, kalau memang membutuhkan diagnosis dan resep dokter, Sobat Sehat bisa memanfaatkan layanan DSO (Dokter Siaga Online) melalui aplikasi K24Klik.
Sobat Sehat bisa berkonsultasi dengan dokter secara online, mendapatkan saran medis, hingga menebus resepnya sekaligus dalam satu platform.
Selain dengan beberapa layanan yang sudah disediakan di atas, Sobat Sehat juga dapat melakukan konsultasi online dengan Apoteker melalui nomor WhatsApp. Setiap gerai Apotek K-24 yang ada pasti memiliki nomor WhatsApp aktif yang dapat Sobat Sehat hubungi kapan saja.
Daftar nomor WhatsApp masing-masing Apotek K-24 bisa bisa dilihat di LOKASI APOTEK K-24, atau cari melalui Google Maps, ya.
Suntik obat untuk penyembuhan aman dilakukan dan tidak membatalkan puasa. Namun, kesehatan Sobat Sehat tetap yang utama. Jika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk berpuasa saat sedang dalam masa pengobatan intensif, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya.