Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Hingga Oktober 2026, sejumlah wilayah di Kalimantan masih menghadapi kualitas udara yang buruk akibat asap karhutla.
Di Kalimantan Tengah, misalnya, kabut asap bahkan membuat jarak pandang sangat terbatas dan kualitas udara sempat masuk kategori berbahaya.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan. Lalu, bagaimana cara melindungi diri dan keluarga saat kabut asap masih menyelimuti lingkungan?
Asap dari kebakaran hutan dan lahan mengandung berbagai polutan, termasuk partikel halus PM2.5. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.
Paparan asap dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta memperburuk kondisi seperti asma dan PPOK.
Kabut asap juga dapat menyebabkan mata terasa perih, merah, berair, tenggorokan tidak nyaman, batuk, hingga sesak napas. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit bawaan perlu mendapatkan perhatian lebih karena termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara.
Oleh karena itu, masih adanya kabut asap di beberapa wilayah Indonesia ini perlu menjadi perhatian semua pihak. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap, antara lain:
Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus. Masker N95 atau KF95 dapat menjadi pilihan ketika kualitas udara memburuk.
Dokter spesialis paru di Balikpapan juga mengimbau masyarakat menggunakan N95 atau KF95 ketika harus beraktivitas di luar saat udara tidak sehat.
Pantau kualitas udara sebelum bepergian. Jika kualitas udara sedang tidak sehat hingga berbahaya, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan dan tutup jendela agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah.
Perbanyak minum air putih dan konsumsi makanan bergizi. Multivitamin dapat digunakan sebagai pelengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, terutama ketika aktivitas dan kondisi lingkungan sedang kurang mendukung.
Paparan asap dapat membuat mata kering, perih, dan berair. Tetes mata dapat membantu meredakan keluhan mata tertentu. Sementara itu, obat batuk dapat digunakan sesuai indikasi untuk membantu meredakan gejala batuk.
Jika batuk berlangsung terus-menerus atau disertai sesak dan kesulitan bernapas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Saat kabut asap masih terjadi, sebaiknya jangan menunggu sampai keluhan kesehatan muncul untuk menyiapkan kebutuhan kesehatan. Masker, tetes mata, multivitamin, obat batuk, maupun kebutuhan oksigen tertentu dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Menjaga kesehatan di tengah kabut asap membutuhkan persiapan. Jika Sobat Sehat membutuhkan masker, multivitamin, tetes mata, obat batuk, atau produk kesehatan lainnya, Sobat Sehat dapat langsung mengunjungi Apotek K-24 terdekat .
Apotek K-24 hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dengan mudah dan praktis. Temukan Apotek K-24 terdekat dari lokasi Sobat Sehat dan siapkan kebutuhan kesehatan keluarga untuk menghadapi kabut asap.
Ingat, jangan abaikan keluhan seperti batuk yang menetap, sesak napas, atau kesulitan bernapas. Jika gejala semakin berat, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.