Tanpa disadari, obat bisa tersimpan terlalu lama hingga melewati tanggal kedaluwarsa atau mengalami kerusakan akibat penyimpanan yang tidak tepat. Lalu bagaimana sih melihat dan memahami kalau obat sudah rusak dan masuk masa kedaluwarsa?
Sering kali, kita menemukan berbagai sisa obat dari resep dokter beberapa bulan lalu yang tersimpan begitu saja. Karena bentuk fisiknya masih terlihat utuh, sebagian besar dari kita mungkin mengira obat tersebut masih aman dikonsumsi kapan pun dibutuhkan.
Padahal, mengabaikan kondisi fisik obat dan tanggal pada kemasannya adalah tindakan yang sangat berisiko. Obat bukanlah bahan makanan kering yang bisa bertahan selamanya.
Ketika obat sudah melewati batas masa berlakunya atau mengalami kerusakan kimia, khasiatnya akan hilang dan justru bisa berubah menjadi zat yang membahayakan tubuh. Lalu, bagaimana cara mengenali tanda-tanda obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa?
Cara paling mudah untuk mengetahui apakah obat sudah kedaluwarsa adalah dengan memeriksa tanggal kedaluwarsa atau expired date (ED) pada kemasan.
Tanggal kedaluwarsa biasanya tercetak pada kemasan primer atau sekunder, misalnya pada blister, botol, tube, dus, atau label obat. Jangan menggunakan obat jika tanggal kedaluwarsanya sudah terlewati.
Selain itu, pastikan tulisan tanggal masih jelas dan dapat dibaca. Jika kemasan sudah rusak sehingga informasi penting mengenai obat, termasuk tanggal kedaluwarsa, tidak dapat dipastikan, sebaiknya jangan digunakan sebelum mendapatkan informasi yang tepat.
Obat yang belum melewati tanggal kedaluwarsa juga tetap perlu diperiksa kondisinya. Pasalnya, penyimpanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi kualitas obat atau menyebabkan kerusakan pada obat.
Beberapa perubahan yang perlu diwaspadai antara lain:
Namun, tidak semua perubahan fisik dapat dikenali hanya dengan melihatnya. Jika Sobat Sehat ragu apakah obat masih layak digunakan, jangan mencoba mengonsumsinya untuk memastikan. Lebih baik tanyakan kepada apoteker.
Sudah menemukan obat yang rusak dan kedaluwarsa di rumah? Jangan asal membuangnya ke tempat sampah atau saluran air.
Obat yang tidak lagi digunakan perlu dikelola dengan cara yang tepat agar tidak berisiko disalahgunakan dan tidak mencemari lingkungan.
Kabar baiknya, Sobat Sehat dapat memanfaatkan program ABANG LIMBAT (Ayo Buang Limbah Obat di K-24) di Apotek K-24.
Melalui program ini, masyarakat dapat menyerahkan obat yang sudah tidak digunakan, termasuk obat rusak atau kedaluwarsa, untuk membantu memastikan limbah obat ditangani secara lebih tepat. Dengan program ini, Sobat Sehat tidak perlu bingung salah saat mengelola obat.
Jadi, daripada obat menumpuk di rumah atau dibuang sembarangan, Yuk, Buang Limbah Obat di K-24! Datangi Apotek K-24 terdekat sekarang juga!
Kesehatan Sobat Sehat dan keluarga adalah hal utama yang tidak boleh dipertaruhkan. Jika Sobat Sehat masih merasa ragu mengenai kondisi obat di rumah, baik obat rusak dan kedaluwarsa, atau ingin berkonsultasi seputar aturan pakai dan dosis yang tepat, jangan ragu untuk bertanya kepada ahlinya.
Apotek K-24 selalu siap melayani Sobat Sehat 24 jam non-stop dengan produk yang dijamin 100% asli. Anda bisa berkonsultasi secara langsung maupun online melalui berbagai saluran praktis berikut:
Bersihkan kotak obat Anda sekarang juga, buang limbahnya dengan aman lewat program Abang Limbat, dan selalu penuhi kebutuhan kesehatan tepercaya bersama Apotek K-24!
Ingat Sehat, Ingat Apotek K-24!