WASPADAI BAHAYA OVER EXERCISE

Secara umum olahraga merupakan aktivitas yang dapat menyehatkan jasmani dan rohani. Namun, jika olahraga dilakukan dalam frekuensi yang berlebihan, durasi yang terlalu lama, dan di luar kapasitias fisik (over exercise), olahraga justru bisa membahayakan kesehatan tubuh seseorang.



Beberapa waktu lalu, seorang teman Penulis, sebut saja “L” (26) dirawat di rumah sakit. Hal ini cukup mengejutkan karena sebelumnya L terlihat sehat-sehat saja, bahkan giat menggeluti hobi barunya berolahraga. Hampir setiap hari, pagi dan sore L ikut kelas aerobik dan fitness. L mengaku sejak rajin berolahraga badannya lebih terasa bugar dan bersemangat. Rutinitas tersebut berlangsung hampir satu bulan lamanya. Setiap dihubungi “sedang apa?”, Penulis sampai bosan dengan jawaban L yang selalu sama. Jika tidak di “di fitness center” pasti “di sanggar senam”. Namun, melihat L begitu menikmati hobi barunya tersebut Penulis tidak berasumsi apa-apa. Hingga terdengar kabar L opname. Saat ditanya apa penyebabnya, L menjawab karena olahraga yang berlebihan. Tubuhnya yang dulu tidak rajin berolahraga, kaget dengan perubahan rutinitas yang ia jalani hampir sebulan itu. Akibatnya, ia mengalami kerusakan otot sehingga untuk sementara waktu tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berat (total bed rest). Setelah sembuh pun, dokter menyarankan L untuk mengurangi intensitasnya berolahraga.


Menurut Dr. James O’Keefe dari Saint Luke’s Hospital of Kansas City, secara umum olahraga - baik itu olahraga prestasi ataupun olahraga rekreasi - merupakan aktivitas yang dapat menyehatkan jasmani dan rohani. Namun, jika dilakukan dalam frekuensi yang berlebihan, durasi yang terlalu lama, dan di luar kapasitias fisik (over exercise), olahraga justru bisa membahayakan kesehatan tubuh seseorang.


Pada beberapa kasus, over exercise biasanya disebabkan karena motivasi khusus, misalnya untuk menurunkan berat badan atau untuk membentuk massa otot. Seseorang dapat dikatakan over exercise jika melakukan beberapa jenis latihan fisik lebih dari satu jam tiap sesi dalam waktu sehari. Misalnya, pagi jogging, siang angkat beban, sore aerobik, malamnya fitness. Terkadang over exercise juga dapat menimbulkan kecanduan. Tanda-tandanya adalah mulai timbul ketergantungan psikis seperti perasaan cemas, bersalah, gangguan mood, dan takut gemuk jika sehari saja tidak berolahraga. Lantas, apa saja bahaya over exercise terhadap kesehatan?



Memaksa jantung bekerja keras


Over exercise dapat berakibat buruk pada jantung. Jantung akan berdetak sangat cepat karena dipaksa terlalu keras. Akibatnya Anda akan kesulitan berkonsentrasi, bahkan sulit tidur karena otak selalu siaga. Keadaan ini akan menjurus pada insomnia, mudah depresi, serta lelah yang berkepanjangan.



Mengakibatkan pembekuan darah


Olahraga yang berlebihan akan membuat otot lebih tegang dan membengkak sehingga menyebabkan penekanan pembuluh vena. Hal ini yang dapat menyebabkan pembekuan darah. Pembekuan darah (Deep Vein Thrombosis / DVT) bisa berbahaya jika bekuan darah tersebut menyumbat pembuluh darah jantung atau otak, karena dapat menyebabkan serangan jantung & stroke.



Amenorhhea pada wanita

Over exercise menyebabkan banyak lemak dalam tubuh terbakar. Padahal lemak dalam tubuh berfungsi untuk memproduksi estrogen. Pada wanita, jika persediaan lemak di dalam tubuh terlalu sedikit, akan membuat siklus haid tidak teratur dan sulit terjadi ovulasi. Kondisi ini dapat mengakibatkan haid terhenti (amenorrhea) dan kehamilan juga akan sulit terjadi. Di samping itu, over exercise juga menyebabkan tubuh lebih rentan terkena osteoporosis dan patah tulang.



Pre-eklampsia pada ibu hamil


Pre-eklamsia merupakan keadaan berupa tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang dapat menurunkan suplai darah ke janin. Hal ini bisa berakibat fatal bagi kondisi ibu dan janin. Sebanyak 78% wanita hamil yang berolahraga lebih dari 7 jam per minggu berisiko mengalami pre-eklampsia.



Cepat botak


Over exercise dapat menyebabkan stres kronis. Stres kronis dapat menyebabkan “telogen effluvium” (kondisi di mana folikel rambut masuk ke fase istirahat sebelum waktunya) yang menyebabkan lebih banyak rambut rontok ketimbang rambut yang tumbuh. Selain itu, selama berolahraga juga membuat penumpukan keringat yang bersifat asin. Penumpukan cairan asin di kulit kepala dapat menyebabkan rambut rontok, kusam, dan kering.



Pusing


Over exercise dapat menimbulkan pusing yang disebabkan oleh dehidrasi. Hal ini dapat terjadi karena ketika berolahraga tubuh akan mengeluarkan cairan berupa keringat. Over exercise akan menguras keringat lebih banyak, sehingga terjadilah dehidrasi.



Selalu merasa lelah


Over exercise justru akan membuat tubuh selalu lelah secara fisik dan mental. Tak jarang juga menyebabkan rasa kantuk berlebihan di saat-saat produktif.



Gejala over exercise memang tidak spesifik. Namun, Anda dapat mengamati kondisi fisik sesaat atau setelah berolahraga. Bila terjadi hal-hal berikut ini, Anda patut waspada akan adanya indikasi over exercise : jantung berdebar kencang, kesulitan bernapas bahkan sampai sulit berkata-kata, pusing, mual, sempoyongan / sinkope (hilang kesadaran sejenak) seperti mau pingsan, dan penurunan nafsu makan (terkadang mengakibatkan bulimia dan anoreksia, meskipun tidak selalu terjadi).


Sejatinya, olahraga harus dilakukan dengan tepat, dalam waktu dan intensitas yang cukup, agar Anda dapat memperoleh manfaatnya dan terhindari dari bahaya yang justru dapat timbul akibat over exercise. Normalnya olahraga dilakukan selama 20 60  menit setiap sesi dan sebaiknya hanya dilakukan satu jenis latihan fisik dalam sehari.



Sumber : kesehatan.kompasiana.com, tipskesehatanlengkap.com