Setelah dibuat untuk anak, sebenarnya susu formula tahan berapa lama setelah dibuat sih? Menjadi orang tua baru sering kali terasa seperti mengikuti kursus kilat yang tidak pernah berakhir. Salah satu tantangan harian yang paling umum adalah urusan pemberian susu formula.
Skenarionya klasik: Sobat Sehat baru saja menyeduh susu dengan takaran yang pas, namun si Kecil justru tertidur lelap setelah hanya meminum dua atau tiga teguk. Lalu muncul dilema besar, apakah susu masih aman kalau diberikan nanti? Bolehkah disimpan di kulkas? Atau harus segera dibuang?
Keamanan susu formula sangat bergantung pada suhu dan interaksi dengan bakteri. Susu adalah media pertumbuhan bakteri yang sangat baik karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Begitu bubuk susu bercampur dengan air hangat, "jam pasir" keamanan mulai berjalan.
Mengenai hal ini, para ahli memiliki panduan yang sangat tegas. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) dan dr. Galih Linggar Astu, SpA., selaku dokter spesialis anak di Brawijaya Hospital, susu formula hanya bisa bertahan selama dua jam setelah diseduh. Dua jam ini dengan kondisi susu tidak tersentuh sama sekali, belum diberikan pada bayi, dan hanya disimpan di ruangan terbuka atau suhu ruang.
Mengapa hanya dua jam? Dalam suhu ruang, bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat. Jika susu dibiarkan lebih dari batas waktu tersebut, risiko kontaminasi bakteri dapat menyebabkan masalah pencernaan pada bayi, mulai dari diare hingga infeksi yang lebih serius.
Perlu diingat, aturan di atas berlaku untuk susu yang masih "perawan" atau belum tersentuh mulut bayi. Namun, ceritanya berubah total jika dot botol sudah masuk ke mulut si Kecil. Begitu air liur bayi bercampur dengan susu di dalam botol, proses kontaminasi bakteri terjadi secara instan.
Dalam kondisi ini, batas waktunya menyusut drastis. Susu yang sudah sempat diminum (meski sedikit) hanya bertahan maksimal 1 jam. Setelah satu jam berlalu, sisa susu tersebut wajib dibuang.
Jangan pernah menyimpan sisa susu yang sudah terkena air liur di dalam kulkas untuk diberikan lagi nanti, karena bakteri dari mulut bayi akan terus berkembang biak di dalamnya meskipun dalam suhu dingin.
Jika Sobat Sehat sudah tahu susu formula tahan berapa lama setelah dibuat, maka agar bisa bertahan dengan baik Sobat Sehat harus menyimpannya dengan benar. Ada beberapa langkah aman yang bisa dilakukan:
Jangan pernah menghangatkan susu formula menggunakan microwave karena panas yang dihasilkan tidak merata dan bisa menciptakan "titik panas" yang melukai mulut bayi. Gunakan penghangat botol (bottle warmer) atau rendam botol di dalam wadah berisi air hangat.
Sebagai orang tua, insting dan panca indera Sobat Sehat adalah alat deteksi pertama. Segera buang susu formula jika menunjukkan tanda-tanda berikut:
Keamanan nutrisi si Kecil dimulai dari kualitas produk yang Sobat Sehat beli. Di tengah maraknya peredaran produk palsu di pasar digital, sangat penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa susu formula yang dikonsumsi si Kecil adalah produk orisinal yang disimpan dengan standar farmasi yang benar.
Untuk mencari susu formula yang asli dan baik untuk memenuhi nutrisi si Kecil, ke Apotek K-24 saja. Membeli susu formula di Apotek K-24 memberikan ketenangan pikiran karena semua produk dijamin 100% asli dari distributor resmi.
Selain itu, keunggulan berbelanja di sini adalah Sobat Sehat bisa sekaligus konsultasi dengan Apoteker mengenai jenis susu yang sesuai dengan kebutuhan atau kondisi kesehatan si Kecil (misalnya jika si Kecil memiliki alergi susu sapi atau membutuhkan susu formula khusus).
Apotek K-24 juga tersedia 24 jam, jadi kapan pun Sobat Sehat membutuhkan stok nutrisi darurat untuk buah hati, kami selalu siap melayani.
Ingat Sehat, Ingat Apotek K-24!