INTOLERANSI LAKTOSA PADA BAYI: PENYEBAB, GEJALA, DAN CARA PERAWATAN

Intoleransi laktosa pada bayi meskipun tidak berbahaya tapi ternyata bisa mempengaruhi tumbuh dan kembang anak. Pada umumnya, hampir semua orang terlahir dengan kemampuan untuk mencerna laktosa, yang berasal dari enzim laktase di dalam tubuh. Namun, ada beberapa kasus di mana anak-anak atau bayi yang baru lahir tidak memiliki kekuatan tersebut.

Artinya, bayi atau anak tersebut tidak akan mempunyai kemampuan untuk mencerna makanan atau minuman dengan sempurna. Walaupun keadaan ini tidak masuk dalam kategori membahayakan kesehatan, tapi banyak yang mengatakan bisa berdampak kebutuhan gizi dan pertumbuhan si Kecil. Jika demikian, apa sebenarnya intoleransi laktosa dan bagaimana menanganinya?

Intoleransi Laktosa pada Bayi

Intoleransi laktosa adalah masalah pencernaan atau ketidakmampuan pencernaan dalam mencerna laktosa (gula alami dalam susu) dengan baik. Hal ini karena tubuh tidak mampu untuk memproduksi enzim laktase dengan cukup.

Akibatnya, laktosa tidak akan bisa dicerna dan menimbulkan gangguan pencernaan. Faktanya, bayi yang mengidap intoleransi laktosa ini sangat jarang terjadi. Sebab, keadaan ini biasanya diturunkan langsung dari orang tua.

Artinya, jika orang tua memiliki intoleransi laktosa, maka bayi juga akan mengikutinya. Selain itu, bayi yang terlahir prematur dan menderita penyakit celiac ternyata memiliki risiko tinggi mengalami intoleransi laktosa.

Berikut adalah beberapa penyebab mengapa bayi atau anak-anak bisa mengalami intoleransi laktosa:

  1. Primer, berkurangnya enzim laktase karena jarang minum susu.

  2. Sekunder, adanya masalah kesehatan seperti radang usus besar, penyakit celiac, infeksi usus, dan Crohn’s disease.

  3. Bawaan, intoleransi laktosa yang disebabkan karena kelainan genetik

Ciri-ciri Bayi Terkena Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa pada bayi sebenarnya bisa Sobat Sehat deteksi sejak dini ketika bayi sudah mengonsumsi susu formula atau MPASI. Selain itu, gejala intoleransi laktosa juga bisa muncul saat bayi minum ASI dari ibu yang juga minum susu laktosa.

Gejala-gejala ini biasanya timbul 30 menit sampai 2 jam setelah bayi minum susu. Berikut adalah beberapa ciri-ciri bayi terkena intoleransi laktosa:

  • Diare, kondisi di mana bayi sering buang air besar dengan feses yang encer.

  • Perut kembung yang ditandai dengan bayi rewel dan sering melengkungkan punggungnya ke belakang.

  • Sakit perut, bayi akan menangis keras dan tidak mau menyusu dan tidur.

  • Berat badan tidak bertambah dengan baik karena terhambatnya penyerapan nutrisi.

  • Bayi mengalami perut mual dan muntah.

Perawatan Intoleransi Laktosa

Seperti yang telah dijelaskan di atas, intoleransi laktosa pada bayi dapat mempengaruhi tumbuh dan kembang anak karena kurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan. Umumnya, susu memiliki kandungan protein dan vitamin yang sangat tinggi.

Selain itu, laktosa pada susu juga memiliki peran untuk menyerap mineral magnesium dan zinc. Oleh karenanya, bayi atau anak-anak yang mempunyai intoleransi laktosa ini bisa berisiko untuk mengalami kekurangan gizi, osteopenia, dan osteoporosis.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang mampu untuk menghilangkan keadaan intoleransi laktosa ini. Namun, keadaan ini bisa ditangani dengan membatasi makanan dan minuman yang mengandung laktosa tinggi, seperti susu kambing, susu sapi, keju, yogurt, mentega, kue, biskuit, dan roti.

Walaupun memiliki kandungan yang berbeda, bayi yang memiliki intoleransi laktosa disarankan untuk minum susu yang terbuat dari gandum, almond, dan kedelai. Produk-produk susu bebas laktosa ini dapat Sobat Sehat temukan di Apotek K-24, lengkap dari berbagai merek andalan orang tua.

Harapannya, dengan mengonsumsi susu pengganti susu sapi atau kambing ini, bayi bisa tumbuh dan berkembang tanpa gangguan. Demikian, ulasan mengenai intoleransi laktosa pada bayi yang perlu Sobat Sehat ketahui. Yuk, cukupi kebutuhan si Kecil bersama Apotek K-24!