KENALI DISENTRI PADA BAYI, MIRIP DIARE TAPI LEBIH BAHAYA!


Disentri bisa terjadi pada siapa saja, bahkan terhadap bayi sekalipun. Disentri merupakan penyakit yang membuat penderitanya mengalami diare parah yang disertai dengan keluarnya darah, lendir, atau keduanya.

Namun ternyata bayi lebih berisiko terkena disentri jika dibandingkan dengan orang dewasa. Biasanya penyakit ini mudah terjadi jika lingkungan tempat tinggal kurang bersih dan sanitasi kurang baik. Penularan disentri bisa terjadi karena si penderita tidak mencuci tangannya dengan sabun dan kemudian menyentuh benda atau makanan yang dikonsumsi bersama.

Disentri pun mudah tersebar jika seseorang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh bakteri. Umumnya, disentri disebabkan oleh bakteri Shigella. Namun pada bayi, disentri disebabkan oleh bakteri Campylobacter jejuni. 

Meskipun mirip dengan diare, namun disentri lebih berbahaya. Terutama jika diderita oleh anak-anak dan bayi. Bahkan penyakit ini dapat menyebabkan kematian, terutama jika bayi sampai kekurangan nutrisi, dehidrasi berat, serta tidak menerima asupan ASI dengan baik. 

Umumnya disentri akan menimbulkan gejala berupa diare yang disertai dengan kram perut, demam, mual dan muntah, juga terlihat adanya lendir dan darah pada tinja. Gejala ini biasanya muncul pada satu hingga tiga hari setelah terjadi infeksi. 

Segeralah hubungi dokter jika gejala ini muncul pada bayi Anda. Semakin cepat dilakukan tentunya akan meminimalisir adanya risiko bayi mengalami dehidrasi yang bisa membahayakan nyawa. 

Bayi yang menderita disentri akan mendapatkan penanganan yang intensif di rumah sakit. Selama proses penyembuhan jangan lupa pula untuk memberikan asupan ASI yang lebih banyak dari biasanya. Jika bayi Anda telah berusia lebih dari 6 bulan, pastikan pula untuk memberikannya asupan makanan seperti biasanya tanpa modifikasi.

Penyakit disentri sangat mungkin untuk dicegah, tentunya selama kebersihan dan sanitasi terjaga dengan baik. Bayi masih bergantung sepenuhnya pada orangtua. Karenanya, sebagai orang tua, kita wajib menjaga pola hidup bersih. Misalnya dengan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun. Pastikan pula sumber air di rumah bersih dan selalu memasak air hingga matang sebelum mengkonsumsinya.


Source:
Sehatq.id