Pernah tidak Sobat Sehat menemukan obat lama di kotak obat rumah dan bertanya-tanya, “Apakah obat bisa kedaluwarsa?” Apalagi kalau ada obat tertinggal dari sisa obat beberapa tahun lalu, yang mungkin sayang untuk dibuang dan siapa tahu bisa diminum kembali.
Eits, tapi sebelum mengonsumsi obat yang sudah lama disimpan, jangan lupa memeriksa tanggal kedaluwarsanya. Jangan sampai karena ingin menghemat atau terburu-buru, Sobat Sehat justru menggunakan obat yang kualitasnya sudah tidak terjamin.
Jawabannya, tentu saja bisa. Sama seperti produk lainnya, obat memiliki masa berlaku yang menunjukkan batas waktu ketika mutu, keamanan, dan efektivitasnya masih dapat dijamin apabila disimpan sesuai petunjuk.
Tanggal kedaluwarsa atau expiration date merupakan batas waktu yang ditetapkan berdasarkan pengujian stabilitas obat. Sampai batas tersebut, produsen menjamin obat tetap memenuhi persyaratan mutu apabila disimpan sesuai dengan kondisi yang dianjurkan.
Setelah melewati tanggal kedaluwarsa, kualitas dan efektivitas obat tidak lagi dapat dijamin. Hal ini tidak selalu berarti obat langsung berubah menjadi berbahaya tepat setelah tanggal tersebut, tetapi penggunaannya sebaiknya dihindari karena mutu obat sudah tidak dapat dipastikan.
Obat bukanlah benda mati yang formulasinya akan abadi selamanya. Sebagian besar obat terbuat dari zat aktif kimia atau senyawa biologis yang sangat sensitif terhadap lingkungan luar, seperti udara, cahaya matahari, kelembapan, dan suhu ruangan.
Seiring berjalannya waktu, struktur kimia di dalam obat akan mengalami penguraian atau degradasi secara alami.
Ketika tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan telah terlewati, pabrik farmasi tidak lagi dapat menjamin keamanan, stabilitas, dan efektivitas zat aktif tersebut. Artinya, obat telah kehilangan kekuatan aslinya dan berpotensi memicu zat sisa yang berbahaya bagi tubuh.
Kalau apakah obat bisa kedaluwarsa memang bisa, lalu sebelum tanggal kedaluwarsa terlewati, apakah obat aman-aman saja untuk diminum? Belum tentu. Tanggal kedaluwarsa bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.
Periksa pula kondisi kemasan dan fisik obat. Hindari menggunakan obat apabila kemasannya rusak atau terdapat perubahan yang tidak semestinya, seperti perubahan warna, bau, bentuk, tekstur, atau munculnya partikel pada sediaan cair.
Selain itu, perhatikan masa penggunaan setelah kemasan dibuka. Beberapa obat memiliki batas penggunaan tertentu setelah dibuka atau setelah dilarutkan. Untuk memastikan, ikuti petunjuk pada kemasan atau tanyakan kepada apoteker.
Salah satu risiko utama adalah efektivitas obat dapat menurun. Zat aktif mungkin tidak lagi memiliki potensi seperti yang diharapkan sehingga obat tidak bekerja secara optimal.
Selain itu, obat yang sudah kedaluwarsa atau mengalami kerusakan akibat penyimpanan yang tidak tepat dapat mengalami perubahan kualitas. Karena itu, daripada mengambil risiko, lebih baik tidak menggunakan obat yang sudah melewati masa berlaku.
Jika obat tersebut masih dibutuhkan, sebaiknya gunakan obat yang masih dalam masa berlaku dan sesuai dengan kebutuhan atau anjuran tenaga kesehatan.
Kesehatan Anda dan keluarga adalah aset yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan pada obat-obatan lama yang sudah diragukan kualitasnya.
Selalu periksa kotak obat Sobat Sehat secara berkala, buang obat yang sudah kedaluwarsa dengan aman, dan penuhi kebutuhan produk kesehatan baru yang dijamin 100% asli hanya di Apotek K-24.
Sebagai jaringan apotek modern pilihan utama masyarakat Indonesia, Apotek K-24 tidak hanya menyediakan produk lengkap yang siap melayani 24 jam non-stop, tetapi juga selalu mendampingi kebutuhan informasi dan konsultasi kesehatan Sobat Sehat.
Anda bisa berkonsultasi dengan mudah, baik secara offline maupun online, melalui 5 saluran praktis berikut ini:
Jangan biarkan obat kedaluwarsa bersembunyi di rumah Anda. Jadilah konsumen yang cerdas, selalu periksa tanggal pada kemasan, dan percayakan kesehatan Anda pada apotek resmi yang tepercaya!
Ingat Sehat, Ingat Apotek K-24!