Menurut data Kemenkes RI, jumlah penderita kanker serviks di Indonesia ini mencapai 36.000 di tahun 2025. Bahkan, penyakit ini juga menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada wanita. Wah, jika demikian, apakah kanker serviks ini menular dari satu orang ke orang lain?
Kanker serviks (kanker leher rahim) merupakan salah satu isu kesehatan yang paling sering disalahpahami oleh masyarakat luas. Banyak orang masih dihantui oleh ketakutan akan penularan, yang sayangnya sering kali menimbulkan stigma negatif bagi para penyintasnya.
Secara medis, kanker serviks tidak menular. Sobat Sehat tidak akan tertular kanker serviks melalui aktivitas sosial sehari-hari, seperti berpelukan, berjabat tangan, berbagi alat makan, menggunakan toilet umum, atau berenang di kolam yang sama dengan penderita.
Kanker adalah kondisi di mana sel-sel dalam tubuh seseorang tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali. Kanker bukan merupakan penyakit infeksi yang berpindah dari satu individu ke individu lain melalui kontak fisik biasa.
Namun, ada satu fakta krusial yang harus digarisbawahi: penyebab utama kanker serviks adalah infeksi virus yang sangat menular. Inilah yang sering disalahpahami oleh masyarakat. Berbeda dengan kankernya, virus HPV inilah yang bersifat menular.
HPV adalah kelompok virus yang sangat umum. Sebagian besar orang yang aktif secara seksual akan terpapar HPV setidaknya sekali seumur hidup.
Seseorang bisa terpapar virus HPV kapan saja dalam hidupnya, dan sering kali infeksi ini tidak menunjukkan gejala apa pun. Dalam banyak kasus, sistem imun tubuh mampu melenyapkan virus tersebut.
Namun, pada sebagian wanita, infeksi virus HPV tipe tertentu dapat bertahan dalam jangka waktu lama, merusak sel-sel di leher rahim, dan perlahan mengubahnya menjadi sel kanker.
Proses transformasi dari infeksi virus menjadi kanker serviks ini biasanya memakan waktu bertahun-tahun, bahkan hingga belasan tahun.
Karena sifat penularan HPV yang melalui kontak seksual, maka edukasi mengenai perilaku seksual yang aman menjadi sangat penting. Meski demikian, risiko ini bukan berarti hanya terbatas pada kelompok tertentu saja; siapa pun yang aktif secara seksual memiliki risiko terpapar HPV.
Jadi, sudah jelas bukan jawaban dari apakah kanker serviks menular ini. Penyakit kankernya tidak menular tapi virus penyebab utamanya yang menular ke orang lain melalui hubungan seksual.
Kabar baiknya, kanker serviks adalah salah satu dari sedikit jenis kanker yang sangat bisa dicegah. Berbeda dengan jenis kanker lainnya yang sering kali sulit dideteksi hingga mencapai stadium lanjut, kanker serviks memiliki "senjata" pencegahan yang sangat efektif, yakni vaksin HPV.
Vaksin HPV bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan melawan virus HPV tipe tertentu sebelum virus tersebut sempat menginfeksi sel-sel tubuh.
Bagi wanita yang belum pernah melakukan aktivitas seksual, vaksin HPV memberikan perlindungan yang paling optimal. Namun, wanita yang sudah aktif secara seksual pun sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi untuk memberikan perlindungan terhadap tipe HPV lainnya.
Kini, akses untuk mendapatkan perlindungan terhadap kanker serviks menjadi jauh lebih mudah bagi Anda. Sobat Sehat tidak perlu lagi menunggu antrean panjang di rumah sakit besar atau pusat layanan kesehatan yang jauh.
Apotek K-24 telah menghadirkan layanan Vaksinasi Ekspres untuk memudahkan Sobat Sehat mendapatkan vaksin HPV secara praktis dan nyaman. Mengapa melakukan vaksinasi di Apotek K-24 adalah pilihan yang tepat?
Jangan menunggu sampai infeksi terjadi. Kanker serviks memang tidak menular, namun risikonya nyata dan bisa dicegah. Vaksinasi HPV adalah langkah kecil yang bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan dan masa depan Sobat Sehat.
Segera lindungi diri sendiri dan orang-orang tersayang dari risiko kanker serviks. Langsung saja buka aplikasi K24Klik dan pilih layanan Vaksinasi Ekspres lalu buat jadwal dengan dokter untuk vaksinasi.
Ingat Sehat, Ingat Apotek K-24