NGANTUK BERAT SETELAH MALAM TAHUN BARU, INI CARA ATASINYA

Genggap gempita malam pergantian tahun yang begitu meriah bersama indahnya kembang api yang meluncur di langit membuat semua orang harus tahan terjaga hingga dini hari. Bahkan hingga pagi hari, dikarenakan lokasi yang begitu ramai dan harus bersabar hingga pagi hari agar bisa pulang. Tentunya hampir seluruh manusia di bumi ini begadang hingga larut malam, tak salah jika muncul istilah Indonesia Mengantuk. Salah satu ungkapan ini menjadi reflesi kesehatan tidur. Jika menyadari bahwa berbagai aktivitas kita terkadang mengurangi jatah istirahat tidur, bahkan ada beberapa orang yang mengalami imsomnia kronis.

Tetapi perlu dipetakan jika mengantuk itu tak sama dengan kemalasan. Tidur itu ada porsinya. Jika sudah cukup, kita tak akan bisa tidur lagi. Kalau mengantuk artinya masih kurang tidur. Nah, bagaimana kalau tidur sudah cukup tapi masih mengantuk? Itu namanya hipersomnia, kantuk berlebihan. Mengantuk berlebihan merujuk pada beberapa penyakit tidur, antaranya: Behaviourally Induced Insufficient Sleep Syndrome, Periodic Limb Movements in Sleep, sleep apnea, narkolepsi dan Kleine Levin Syndrome. Prof. William Dement, Bapak Kedokteran Tidur mengemukakan bahwa untuk mencapai kesehatan yang paripurna, seseorang membutuhkan tiga komponen: keseimbangan nurtirsi, olah raga teratur dan tidur yang sehat. Bahkan, tidur sehat menjadi dasar dari kesehatan seseorang. Tanpa tidur yang sehat, segala nutirsi dan olah raga jadi percuma.

Dengan tidur yang sehat, tubuh akan memiliki sistem metabolisme yang baik. Tidur yang sehat juga akan menopang pemulihan otot yang baik serta memoles kemampuan gerak halus yang dilatih para atlet dan musisi.

sumber : kompas.com