SI KECIL SULIT GEMUK? MUNGKIN INI PENYEBABNYA

Bagi orangtua, buah hati tentunya sangatlah penting. Ketika si kecil sakit, tentu orangtua akan merasa sedih dan bingung. Orangtua rela melakukan apa saja demi kesehatan si kecil. Penting bagi orangtua untuk menjaga kesehatan si kecil, termasuk berat badannya. Namun, terkadang si kecil mengalami penurunan berat badan yang membuat orang tua khawatir. Berat badan kurang pada anak dapat terjadi karena berbagai penyebab. Berikut ini adalah beberapa penyebab berat badan kurang pada anak.

1. Anak sangat aktif sehingga proses metabolismenya cepat

Memasuki usia 2 tahun, anak akan menjadi sangat aktif apalagi bila sudah lancar berjalan. Si kecil akan selalu penasaran dengan berbagai hal yang baru di sekitarnya. Ia akan terus-terusan berlarian, bermain, dan mencoba hal baru. Tentunya berbagai kegiatan tersebut akan membutuhkan banyak tenaga. Karenanya, semua makanan yang diberikan ke si kecil langsung diubah menjadi tenaga dengan proses metabolisme.

2. Anak mengalami masalah cacingan

Karena sering bermain di berbagai tempat yang mungkin terdapat telur cacing yang bisa masuk ke perut melalui sela-sela kuku. Bila si kecil senang bermain pasir, ada kemungkinan besar ia menderita cacingan. Penyakit cacingan menjadikan si kecil susah gemuk karena nutrisi yang masuk ke tubuh tidak terserap dengan maksimal.

3. Defisiensi nutrisi tertentu

Terkadang anak hanya memakan makanan yang ia sukai saja. Mungkin anak suka makan wortel tapi tidak mau makan bayam. Akibatnya, anak jadi kekurangan nutrisi tertentu yang bisa didapat dari makanan yang tidak ia sukai. Oleh karenanya, berat badannya menjadi kurang dan tidak mencapai batas ideal.

4. Anak memiliki alergi makanan

Apabila si kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu, Ibu cenderung hati-hati dalam memberikan makanan. Tidak semua makanan bisa dimakan oleh anak. Kondisi ini menyebabkan anak menjadi kekurangan nutrisi yang diperlukan tubuh. Akibatnya, anak menjadi kekurangan berat badan.

5. Anak sering sakit demam sehingga tidak nafsu makan.

Mungkin ibu menyadari bahwa saat sakit badan cenderung lemas dan menjadi malas makan karena tidak nafsu. Hal ini juga terjadi pada anak saat demam. Bila frekuensi demam anak terlalu sering, semakin sedikit pula makanan yang ia konsumsi karena kurangnya nafsu makan. Tentunya anak akan menjadi kekurangan berat badan bila asupan makanannya kurang.

Sebagai orangtua, tentunya harus melakukan berbagai upaya agar berbagai hal di atas tidak terjadi. Orangtua dapat memberikan asupan makanan yang lebih bila anak aktif bergerak. Selain itu, meningkatkan kandungan kalori dari lemak melalui susu sapi murni juga dapat dicoba. Jangan lupa untuk memberikan suplemen makanan serta vitamin tambahan agar anak tidak kekurangan vitamin. Pastikan ibu mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter agar dapat memberikan asupan makanan bergizi yang efektif untuk si kecil.