JANTUNG BERDEBAR SETELAH MINUM KOPI? INI YANG TERJADI PADA JANTUNGMU!

Apakah Anda suka kopi? Banyak orang yang menyukai kopi karena dianggap dapat menjadi stimulan agar tetap terjaga. Tak hanya itu, kopi juga dipercaya dapat memberikan energi sehingga inspirasi dapat muncul saat minum kopi. Saat ini, kopi juga dianggap sebagai gaya hidup terutama oleh anak muda. Meskipun demikian, pernahkah Anda menyadari efek yang terjadi pada tubuh Anda setelah minum kopi? Ternyata, banyak yang mengalami jantung berdebar setelah minum kopi. Mengapa bisa demikian?

Jantung berdebar adalah sebuah sensasi jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Saat berdebar, jantung memompa darah dan hanya mengalami ketidakteraturan sesaat. Banyak pemicu yang bisa membuat jantung Anda berdebar, salah satunya adalah kopi. Kandungan kafein dalam kopi berperan sebagai stimulan alami bagi tubuh. Saat Anda meminum kopi, kafein yang terdapat dalam kopi pun merangsang sistem sarat pusat.

Saat sistem saraf pusat dirangsang, setiap orang menunjukkan reaksi yang berbeda-beda. Beberapa orang tidak menunjukkan reaksi apapun. Namun, beberapa orang mengalami gejala yang berbeda seperti meningkatnya kewaspadaan, sakit kepala, gugup, jantung berdebar-debar, dan pusing. Bila Anda merasa berdebar setelah minum kopi, kemungkinan tubuh Anda memang lebih sensitif terhadap konsumsi kafein yang masuk ke dalam tubuh. Menurut American Heart Association, palpitasi jantung dapat terjadi ketika sistem saraf pusat dirangsang.

Lalu, seberapa banyak kopi yang boleh Anda minum? Menurut The American Journal of Clinical Nutrition, kebanyakan orang mampu menolerir jumlah kafein dalam jumlah sedang agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan. Wajarnya, 200-300 miligram kafein atau 2 sampai 4 cangkir kopi perhari masih mampu ditolerir oleh tubuh manusia. Jika Anda tidak terbiasa, efek samping yang ditimbulkan kemungkinan adalah kesulitan tidur serta mengalami gangguan perut. Apabila Anda mengalami masalah jantung, sebaiknya konsultasikan dulu jumlah gelas kopi yang aman Anda konsumsi.


Sumber: Hellosehat.com