TRAUMA PSIKOLOGIS BAYANGI KORBAN PELEDAKAN BOM SURABAYA

Saat ini kondisi psikologis masyarakat Indonesia sedang diserang dengan adanya ledakan bom di Surabaya. Masyarakat dihinggapi perasaan takut, cemas, dan khawatir karena ledakan bom terjadi tak terduga dan tanpa peringatan apapun. Korban yang berjatuhan saat ledakan bom pun tentu mengalami trauma psikologis yang luar biasa. Trauma psikologis tak hanya dirasakan oleh para korban, namun juga keluarganya. Teror bom memang tak hanya meninggalkan kerugian material dan fisik, namun juga psikis karena trauma berat.

Trauma teror bom, menurut Psikolog Bona Sardo, M.Psi, seperti yang dikutip dari Detik.com, akan membuat seseorang mengalami keringat dingin dan jantung yang berdegup lebih cepat ketika mengalami situasi yang mirip. Tak hanya itu, korban pun dapat mengingat kejadian yang membuatnya trauma dengan cepat hingga terbawa mimpi.

Mungkin tak semua korban ledakan bom merasakan hal yang sama. Hal ini terjadi karena level trauma setiap orang berbeda. Ketika seseorang sampai mengalami flash back kejadian yang membuatnya trauma, maka ia bisa dikategorikan mengalami trauma berat. Untuk menangani trauma psikologis, dapat dilakukan Psychological First Aid untuk menstabilkan emosi. Hal ini bisa dilakukan dengan mencari tempat yang ‘aman’ dalam imajinasinya. Proses ini bisa berlangsung dengan bantuan psikolog profesional.


Sumber: Detik.com