CIRI-CIRI PENYAKIT ANTRAKS PADA MANUSIA YANG PERLU DIWASPADAI

Wabah penyakit antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta, ternyata sudah memakan sejumlah korban manusia. Faktanya, kasus penyakit antraks di Gunung Kidul ini sudah terjadi kesekian kalinya, mulai dari tahun 2019 hingga sekarang ini. Penyakit ini sudah menginfeksi puluhan orang, sehingga Sobat Sehat perlu tahu bagaimana ciri-ciri penyakit antraks pada manusia yang perlu diwaspadai.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat ada 3 orang meninggal akibat antraks di Gunung Kidul. Sedangkan ada 85 orang lainnya yang positif terkena penyakit antraks. Wabah ini muncul pertama kali karena ada pasien laki-laki berusia 73 tahun yang meninggal di RSUP dr Sardjito akibat penyakit antraks pada 4 Juni 2023 lalu.

Ciri-ciri Penyakit Antraks pada Manusia

Sama seperti penyakit rabies, penyakit antraks merupakan penyakit infeksi menular yang berawal mula dari hewan lalu pada manusia. Oleh karena itu, tidak hanya hewan saja yang memiliki gejala, tapi ciri-ciri penyakit antraks pada manusia juga bisa terjadi.

Hanya saja kalau rabies muncul karena penularan virus, sedangkan penyebab utama penyakit antraks adalah infeksi bakteri Bacillus anthracis. Umumnya, bakteri penyebab penyakit antraks ini hidup di tanah dan mudah menginfeksi hewan pemakan rumput, seperti sapi, kambing, kuda, dan domba.

Bakteri yang menyerang hewan ternak ini nantinya dapat menular ke manusia lewat sentuhan bulu atau kulit. Selain itu, Sobat Sehat juga bisa terkena penyakit antraks jika mengonsumsi daging hewan yang sudah terinfeksi.

Artinya, penyebaran penyakit antraks ini sangat mudah dan membutuhkan perhatian lebih untuk bisa menanggulanginya. Proses penularan yang bisa berbagai cara ini membuat gejala antraks juga berbeda-beda. Berikut adalah ciri-ciri penyakit antraks pada manusia:

Gejala Antraks lewat Kulit

Infeksi penyakit antraks lewat luka adalah gejala yang paling umum terjadi pada manusia. Berikut beberapa gejala antraks pada kulit:

  • Benjolan berwarna merah yang terasa gatal dan perih, biasanya bagian tengahnya ada warna kehitaman.

  • Ada rasa nyeri dan pembengkakan di kelenjar getah bening di daerah kulit yang terinfeksi.

  • Demam dan badan lemas.

  • Nyeri otot.

  • Rasa mual dan muntah.

Gejala Antraks lewat Pernapasan

Penularan penyakit antraks juga bisa melalui saluran pernapasan karena udara yang sudah terkontaminasi bakteri antraks. Artinya, bakteri bisa masuk ke dalam paru-paru dan menimbulkan berbagai gejala, seperti:

  • Demam tinggi.

  • Sesak napas.

  • Sakit tenggorokan.

  • Nyeri otot dan nyeri ketika akan menelan makanan.

  • Ada rasa tidak nyaman di bagian dada.

  • Mual.

  • Batuk yang disertai darah.

Gejala Antraks lewat Pencernaan

Penularan penyakit antraks tidak hanya melalui saluran pernapasan dan kulit saja, tapi juga bisa lewat saluran pencernaan. Keadaan ini bisa terjadi ketika Sobat Sehat mengonsumsi daging hewan atau minum air yang sudah terinfeksi bakteri antraks.

Melalui sistem pencernaan akan menimbulkan ciri ciri penyakit antraks pada manusia seperti:

  • Mula dan muntah.

  • Demam tinggi.

  • Nafsu makan yang menurun drastis.

  • Sakit perut dan sakit kepala.

  • Diare yang biasanya disertai perdarahan.

  • Nyeri tenggorokan dan kesulitan untuk menelan makanan.

Penyakit antraks yang tidak segera ditangani bisa menimbulkan komplikasi kesehatan yang lebih serius. Komplikasi-komplikasi ini bisa berupa peradangan pada selaput otak, sepsis, meningitis, hingga pada kematian.

Selain itu, orang yang menderita antraks bisa sembuh jika segera mendapatkan antibiotik dan zat antiracun untuk menetralkan bakteri antraks. Demikian penjelasan singkat mengenai ciri ciri penyakit antraks pada manusia, semoga dapat bermanfaat.