ORALIT UNTUK PUASA, MITOS ATAU FAKTA?

Belakangan ini banyak beredar kabar bahwa minum oralit untuk puasa bisa membantu dalam mencegah rasa haus. Hal ini beredar luas lewat media sosial twitter, bahkan ada seorang dokter anak dengan jumlah followers yang banyak membenarkan hal tersebut dan memberikan beberapa tipsnya. Lalu apakah kabar ini benar adanya?

Puasa memang mengharuskan orang yang menjalankannya untuk tidak makan dan minum dalam waktu lebih dari 12 jam. Keadaan ini tentu membuat banyak orang merasa haus ketika siang sampai sore hari. Apalagi jika cairan tidak terpenuhi, maka seseorang bisa mengalami dehidrasi yang kurang baik untuk kesehatan.

Apa itu Oralit?

Sebelum menjawab apakah oralit untuk puasa ini baik untuk kesehatan, mari kenali terlebih dahulu apa itu oralit. Pada dasarnya, oralit merupakan sebuah produk yang berfungsi untuk membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan hidrasi.

Hal ini karena oralit memiliki banyak kandungan elektrolit yang berguna sebagai pengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat kekurangan cairan. Namun, oralit biasanya banyak digunakan ketika seseorang mengalami dehidrasi yang diakibatkan oleh diare, muntah, atau kondisi medis lainnya.

Selain itu, banyak juga atlet yang menggunakan oralit untuk mengatasi kekurangan cairan saat menjalani aktivitas berat. Oralit bisa mencegah dehidrasi karena mengandung air, glukosa, dan elektrolit dari natrium serta kalium.

Apakah Oralit untuk Puasa Baik untuk Kesehatan?

Jika demikian, apakah oralit dapat Sobat Sehat gunakan untuk menjaga keseimbangan cairan dan mencegah rasa haus selama puasa? Jawabannya ternyata tidak. Menurut seorang dokter spesialis dalam, dr. Adeline Intan Pratiwi Pasaribu, SpPD, mengatakan bahwa oralit bisa mencegah rasa haus ketika puasa itu tidaklah benar.

Sebab, orang berpuasa sebenarnya hanya kekurangan cairan yang menyebabkan haus, bukan kekurangan ion-ion seperti penderita diare. Artinya, oralit kurang cocok apabila dikonsumsi untuk menahan rasa haus.

Alasan lain mengapa penggunaan oralit tidak dianjurkan adalah karena kandungan gula dan garamnya yang cukup tinggi. Oleh karenanya, minum oralit berlebihan justru bisa menyebabkan kenaikan gula darah dan tekanan darah secara tiba-tiba.

Tidak hanya itu saja, penyalahgunaan oralit dapat mengakibatkan beberapa efek samping, seperti mual, muntah, kejang, pembengkakan kaki, timbulnya ruam, pusing, gatal, hingga gangguan pernapasan.

Cara Memenuhi Cairan Setiap Hari ketika Puasa

Melihat penjelasan di atas, oralit untuk puasa ini kurang baik untuk kesehatan dan tidak dapat menggantikan nutrisi lainnya yang berperan penting dalam metabolisme tubuh. Kebutuhan nutrisi dan cairan ini hanya dapat Sobat Sehat penuhi dengan makan dan minum teratur saat sahur dan buka.

Salah satu cara efektif mencegah rasa haus saat puasa adalah dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung air dan minum air putih. Contoh makanan tinggi air adalah semangka, nanas, jeruk, stroberi, melon, mentimun, tomat, selada, kubis, dan seledri

Selain itu, cukupi kebutuhan air dengan minum paling tidak 8 gelas setiap hari. Caranya adalah minum 2 gelas ketika buka puasa, 4 gelas saat malam menjelang tidur, dan 2 gelas ketika sahur. Menyediakan beberapa makanan di atas dan air putih dapat mencegah rasa haus dan dehidrasi saat puasa.

Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh selama menjalankan puasa memang penting. Namun, oralit untuk puasa ini tidak selalu menjadi jalan keluar dari masalah tersebut. Sebab, penggunaan oralit yang berlebihan ternyata bisa menimbulkan efek samping.

Apabila masih ragu dengan penggunaan oralit, maka Sobat Sehat dapat konsultasikan secara gratis dengan apoteker di Apotek K-24. Selalu jaga kesehatan selama puasa dengan cara yang sudah terbukti secara klinis dan medis, ya!