SERUPA TAPI TAK SAMA, APA BEDANYA ASAM LAMBUNG DAN MAAG?

Banyak orang masih menganggap bahwa asam lambung dan maag adalah gangguan yang sama. Kedua masalah kesehatan ini memang sama-sama terjadi di organ lambung, tetapi maag dan asam lambung ternyata berbeda jauh. Lalu apa bedanya asam lambung dan maag yang harus Sobat Sehat ketahui?

Gejala yang hampir sama membuat sakit maag dan asam lambung sering dianggap masalah lambung yang sama. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maag merupakan sebuah keadaan tidak nyaman yang menandakan terdapat gangguan di lambung. Sedangkan asam lambung atau GERD bisa menjadi kondisi yang lebih serius.

Apa Bedanya Asam Lambung dan Maag?

Sebelum membahas perbedaan kedua gangguan lambung ini, mari kenali maag dan asam lambung. Maag atau bisa dikenal dengan dispepsia adalah suatu keadaan yang membuat perut terasa tidak nyaman. Sakit maag sendiri bukan penyakit tetapi bagian dari gejala penyakit yang mungkin menyerang tubuh.

Sedangkan asam lambung merupakan kondisi di mana cairan asam lambung naik ke saluran kerongkongan. Ketika seseorang mengalami asam lambung lebih dari dua kali dalam seminggu, maka keadaan ini sudah berubah menjadi GERD (gastroesophageal reflux disease).

Perbedaan dari Gejala Asam Lambung dan Maag

Apabila hanya dirasakan sekilas, gejala dari maag dan asam lambung memang terlihat sama. Apalagi keduanya sama-sama merupakan masalah di sistem pencernaan, lambung tepatnya. Namun, Sobat Sehat bisa menemukan perbedaan gejala asam lambung dan maag jika dirasakan lebih dalam.

Sakit maag biasanya ditandai dengan perasaan tidak nyaman di bagian perut. Rasa sakit ini bisa muncul setiap waktu, baik saat sedang makan, sebelum, atau setelah makan. Berikut beberapa gejala dari sakit maag:

  • Perut terasa penuh setelah makan walau makanan belum habis.

  • Mual dan muntah.

  • Perut terasa kembung di bagian atas.

  • Banyak bersendawa dan buang angin.

Sedangkan gejala asam lambung naik (GERD) yang sangat umum adalah rasa panas di dada atau ulu hati, biasa disebut dengan heartburn. Selain sensasi terbakar penderita asam lambung juga akan merasakan gejala lainnya, yaitu:

  • Dada terasa nyeri dan panas.

  • Terasa seperti ada yang mengalir di dada.

  • Rasa mengganjal di tenggorokan.

  • Dalam waktu yang lama, penderita bisa kesulitan dalam menelan makanan.

  • Mulut terasa pahit dan bau mulut.

Perbedaan dari Penyebab Asam Lambung dan Maag

Selain dari segi gejala, apa bedanya asam lambung dan maag juga dapat Sobat Sehat lihat dari penyebab. Sakit maag bisa muncul karena asam lambung yang bersentuhan dengan dinding lambung (mukosa). Hal inilah yang membuat perut terasa nyeri. Ada beberapa faktor yang mendorong keadaan ini, di antaranya:

  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori.

  • Pola makan tidak teratur, terlalu cepat atau waktu makan terlambat.

  • Stress yang berlebihan.

  • Efek samping dari menggunakan obat antiinflamasi non-steroid.

Jika maag adalah iritasi, maka penyebab asam lambung adalah melemahnya otot esofagus sehingga tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya, asam lambung yang seharusnya tidak bisa melewati otot esofagus jadi lebih mudah naik ke saluran kerongkongan.

Perbedaan dari Segi Jangka Waktu Penyakit

Sakit maag memang tidak berbahaya tetapi jika tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan keadaan yang serius. Salah satu contohnya adalah sakit maag bisa menjadi maag kronis. Selain itu, maag yang tidak diobati bisa menjadi tukak lambung, gastritis atrofi, dan kanker lambung.

Sama dengan maag, asam lambung juga bukan masalah lambung yang berbahaya. Namun, terdapat beberapa komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan, seperti barret esofagus, kanker esofagus, esofagitis, hingga gangguan pada sistem pernapasan.

Cara Mengatasi Maag dan Asam Lambung

Itulah penjelasan untuk menjawab pertanyaan apa bedanya asam lambung dan maag. Walaupun kedua masalah pencernaan ini berbeda, tetapi dalam segi mengatasinya menggunakan cara yang sama.

Pertama, Sobat Sehat harus mengubah pola makan agar lebih sehat dan teratur. Jangan sampai perut dalam keadaan kosong dalam waktu yang lama. Selain itu, ketika mengonsumsi makanan lebih baik secara perlahan dengan porsi yang sedikit tapi sering.

Penderita maag dan asam lambung juga harus menghindari beberapa makanan, seperti makanan berlemak, pedas, tinggi garam, berminyak, dan minuman berkafein.

Kedua, Sobat Sehat juga bisa mengonsumsi obat khusus asam lambung atau maag yang bisa didapatkan di Apotek K-24. Ada beberapa jenis obat yang bisa mengatasi asam lambung dan maag, yaitu antasida dan PPI.

Obat khusus maag dan obat asam lambung ini dapat Sobat Sehat konsumsi setelah berkonsultasi dengan apoteker di Apotek K-24. Hal ini untuk menghindari kesalahan dalam meminum dan seberapa banyak dosis yang diperlukan.

Tenang saja, dalam berkonsultasi dengan apoteker Apotek K-24 ini sudah bisa dilakukan dengan cara online melalui K24Klik atau Whatsapp langsung ke gerai. Sobat Sehat bisa mencari nomor Whatsapp setiap apotek DI SINI, ya.

Demikian penjelasan mengenai apa bedanya asam lambung dan maag, jangan sampai salah lagi, ya!