SMK KESEHATAN PELITA BANGSA, PABRIK SDM APOTEK K-24

Bukan rahasia lagi bila sumber daya manusia (SDM) merupakan aset perusahaan yang tak ternilai harganya. Tanpa SDM mustahil sebuah perusahaan dapat berjalan dengan sendirinya. Maka dari itu berbagai upaya dilakukan perusahaan untuk mendapatkan SDM yang berkualitas dan handal guna mendongkrak pertumbuhan bisnisnya, seperti yang dilakukan Apotek K-24.



Passion dr. Gideon Hartono, Direktur utama PT K-24 Indonesia terhadap dunia pendidikan dan kesehatan mengilhami pelopor bisnis waralaba apotek yang sudah memiliki lebih dari 330 gerai di seluruh Indonesia tersebut mendirikan SMK Kesehatan Pelita Bangsa. Bekerja sama dengan Hi Lab Diagnostic Center, sekolah dengan program keahlian Asisten Apoteker (AA) dan Analis Kesehatan ini memiliki misi khusus mencetak SDM yang berkualitas dan handal yang sesuai dengan budaya dan karakter Apotek K-24.


dr. Gideon menjelaskan latar belakang didirikannya SMK Kesehatan Pelita Bangsa ini adalah keinginan untuk turut serta memenuhi tenaga kerja Asisten Apoteker secara mandiri, serta berkontribusi terhadap kualitas lulusan Asisten Apoteker. Selain itu, sesuai dengan visi misinya, SMK Kesehatan Pelita Bangsa diharapkan dapat mencetak lulusan yang berintegritas, kompeten (terampil di bidang keilmuannya), serta dengan rasa kecintaannya terhadap tanah air mampu berperan serta menyehatkan masyarakat Indonesia.


“Terampil dan IT Banget!” menjadi moto SMK Kesehatan Pelita Bangsa. Di sekolah ini, yang diasah bukan hanya kepandaian siswa/i dari segihard skill(kompetensi dalam ilmu kefarmasian, ilmu teknik komputer dan ilmu bisnis retail), tetapi juga dari segisoft skillyang saat ini juga sangat dibutuhkan oleh semua SDM. Untuk Asisten Apoteker, para siswa/i diharuskan mampu membaca resep dokter minimal 10.000 lembar. Resep-resep tersebut dikumpulkan dari Apotek K-24 di berbagai daerah di Indonesia. Begitu juga dengan lulusan analis kesehatan, mereka tidak hanya dibekali dengan keterampilan mengoperasikan alat yang manual dan semi manual, tetapi juga bagaimana menggunakan alat berteknologi canggih. Sehingga saat berada di dunia kerja nanti, mereka sudah tidak canggung, bisa bersikap terampil dan menunjukkan kinerja yang profesional.


Selain menggunakan fasilitas yang lengkap dan modern, SMK Kesehatan Pelita Bangsa memiliki tim pengajar berkualitas yang terdiri dari praktisi Apotek K-24, Hi-Lab, serta praktisi dari Dinas Kesehatan dan organisasi profesi. SMK Kesehatan Pelita Bangsa membuat terobosan baru yaitu dengan memberi kesempatan lebih banyak (45 %) untuk melakukan kerja praktek. Keunggulan lain SMK Kesehatan Pelita Bangsa yang membedakan dengan sekolah kejuruan farmasi lainnya adalah memberi jaminan kerja setelah lulus. Lulusan sekolah ini memang disiapkan untuk langsung bekerja di Apotek K-24 di seluruh Indonesia.


Dalam wawancara beberapa waktu lalu, dr. Gideon Hartono menyampaikan harapannya terhadap lulusan SMK Kesehatan Pelita Bangsa,” Saya berharap lulusan SMK Kesehatan Pelita Bangsa bisa bekerja di lingkungan K-24. Tidak hanya di Apotek K-24 saja, tetapi bisa juga di bidang distribusi obat, Hi-Lab, atau pabrik obat yang saat ini sedang kami dirikan. Bila ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, mereka juga dapat melanjutkan ke STMB Pelita Indonesia.”


”Saya berharap SMK Kesehatan Pelita Bangsa ini nantinya bisa dibuka di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Medan supaya dapat mendukung ketersediaan tenaga kerja untuk franchise Apotek K-24 disana,” imbuhnya.


SMK Kesehatan Pelita Bangsa yang berlokasi di Jl. Godean Km. 1, Tambak Kav-24, Bantul, Yogyakarta (sebelah utara Mirota Godean) ini memulai proses belajar mengajarnya dengan melaksanakan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) bagi angkatan kedua, dari tanggal 14 - 21 Juli 2014. Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari upacara bendera, pengetahuan tentang dunia kefarmasian dan analis kesehatan, apresiasi seni hingga kunjungan ke gerai Apotek K-24 di wilayah DIY. Kegiatan ini diikuti oleh 32 orang peserta, yang terdiri dari 16 orang siswa angkatan pertama dan 16 orang siswa baru angkatan kedua. (*)